Fungsi Ohmmeter

Penjelasan Fungsi Ohmmeter Lengkap: Pengertian, Fungsi, Dan Rumus-rumusnya

Fungsi ohmmeter – Fungsi Ohmmeter adalah untuk mengukur hambatan listrik yang merupakan suatu daya yang mampu menahan aliran listrik pada konduktor. Alat tersebut menggunakan galvanometer untuk melihat besarnya arus listrik yang kemudian dikalibrasi ke satuan ohm.

Pengukuran ini diatur oleh “Hukum Ohm,” yang menyatakan bahwa arus yang melalui rangkaian listrik berbanding lurus dengan jumlah tegangan yang diberikan. Ketika ditulis sebagai persamaan aljabar, fenomena alam ini akan terlihat seperti ini: R = V / I, dimana R adalah Resistensi, V Tegangan, dan I mewakili Arus.

Pengertian Ohm Meter

Pengertian Ohm Meter
makintau.com

Ohmmeter adalah sebuah alat perangkat yang mempunyai manfaat untuk mengukur jumlah listrik yang dihasilkan dari suatu pergeseran. Gerakan atau pergeseran tersebut contoh seperti suatu alat elektron yang melewati peralatan konduktor atau penghantar listrik. Hal ini juga dikenal dengan istilah hambatan listrik dengan nilai yang diberi satuan Ohm.

Cara Kerja Ohm-Meter

Cara Kerja Ohm-Meter
wikihow.com

Ohm-meter mampu menghasilkan aliran pada internal arus listrik, oleh karena itu, alat ohm-meter dilengkapi dengan baterai. Perangkat ini juga terdiri dari dua arah, yang kemudian resistensi di antara mereka akan diukur.

Penjelasan Fungsi Amperemeter

Ujung merah dihubungkan ke terminal positif sesuai unit listrik yang sedang diuji, sedangkan hitam melekat ke negatif. Ketika arus mengalir dari baterai dan melalui unit, ohmmeter mengukur penurunan tegangan, atau hambatan, yang terjadi.

Rumus hukum ohm

Rumus hukum ohm
teknikotomotif.com
  1. I=V/R
  2. R=V/I
  3. V=I.R

Fungsi Resisitor

Fungsi Resisitor
laelitm.com

Resistor adalah suatu komponen yang banyak dipakai di dalam rangkaian kompo input (vi). Kemampuan pada resistor dapat membatasi kecilnya nilai satuan Ohm (Ω) yang dimiliki pada elektronika. Fungsi utama resistor sendiri adalah membatasi (restrict) pada aliran arus listrik.

Fungsi lainnya Resistor (R) adalah dapat berfungsi sebagai pembagi tegangan pada (voltage divider), yang mampu menghasilkan tegangan panjar maju atau (forward bias) dan tegangan panjar mundur atau (reverse bias), selain itu juga dapat berfungsi sebagai pembangkit potensial output (vo), dan potensial.

Merujuk pada hukum Ohm : I = V/R, semakin besar nilai tahanan/resistan (R), semakin kecil arus (I) yang dapat mengalir. Besar kecilnya nilai satuan Ohm yang dimiliki oleh resistor dapat dihitung dengan melihat pita (band) warna yang terdapat pada badan resistor.

Mengikuti gambar 10, jika pita pertama berwarna kuning, pita kedua berwarna ungu, pita ketiga berwarna coklat, pita keempat berwarna emas, nilai satuan Ohm dari resistor tersebut adalah 47 x 101 = 470 dengan toleransi 5%.

Harap diingat, warna kuning menunjukkan angka 4, warna ungu menunjukkan angka 7, warna coklat menunjukkan angka 1, dengan demikian faktor pengali = 101 , jika pita ketiga berwarna merah, faktor pengali = 102 , demikian seterusnya. (Lihat kembali modul tentang komponen elektronika). Untuk lebih jelas, pelajari gambar 10.

Nilai Ohm Resistor Berdasar Pita Warna.

Penjelasan Fungsi Barometer

Fungsi Ohm Meter Vape

Fungsi Ohm Meter Vape
tokopedia.com

Ohm Meter dapat digunakan untuk mengukur resistensi ohm dan voltage atomizer, cartomizer, clearomizer, dll. Selain itu ohm Meter juga dapat digunakan untuk mengukur voltage mod. Tidak hanya itu saja, Ohm Meter juga dapat digunakan untuk mengukur pada tegangan output pada baterai.

Cara Pemasangan Ohm Meter

Cara Pemasangan Ohm Meter
tokopedia.com

Pastikan alat ukur tidak rusak secara Fisik (tidak peccah).

Atur sekrup pada pengatur jarum agar jarum menunjukkan angka menjadi nol (0), apabila menurut kalian angka yang ditunjuk sudah menunjukan nol. Maka untuk selanjutnya tidak perlu dilakukan pengaturan sekrup.

Lakukan Kalibrasi alat ukur. Posisikan saklar pada skala ohm x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k dan selanjutnya tempelkan pada ujung kabel terminal negatif dan kabel positif. Selanjutnya atur pada jarum AVO meter dengan tepat, posisikan pada angka nol sebelah kanan dengan menggunakan tombol pengatur Nol Ohm.

Setelah kalibrasi selanjutnya atur saklar dan tempatkan pada posisi skala Ohm sesuai dengan kebutuhan yakni x1 Ω, x10, x100, x1k, atau x10k, Maksud tkalian x (kali /perkalian) disini adalah setiap nilai yang terukur atau yang terbaca pada alat ukur nntinya akan dikalikan dengan nilai skala Ohm yang dipilih oleh saklar Pemilih.

Pasangkan alat ukur pada komponen yang akan diukur ingat jangan pasangalat ukur ohm saat komponen masih bertegangan).

Fungsi Wattmeter

Fungsi Wattmeter
bukalapak.com
  1. Pengukuran Daya Arus Searah

Wattmeter adalah instrumen pengukur daya listrik yang merupakan kombinasi voltmeter dan ampermeter. Pengukuran arus daya searah juga bisa dilakukan dengan cara menggunakan alat ukur Wattmeter. Didalam sebuah instrument terdapat dua macam kumparan diantaranya kumparan arus dan kumparan tegangan.

Kopel yang dikalikan oleh kedua macam kumparan tersebut berbanding lurus dari hasil perkalian arus dan tegangan.

  1. Pengukuran Daya Arus Bolak – Balik Satu Phase

Untuk pengukuran pada daya satu phase, pengukuran daya arus bolak-balik dapat dilakukan dengan cara menggunakan alat ukur Wattmeter.

Pada gambar diatas dapat kita perhatikan, dalam menghubungkan ke saluran beban supply daya listrik wattmeter, pengukuran daya satu phase, pada dasarnya terdapat kesamaan dengan pengukuran daya DC pada terminal input atau output Wattmeter, selaian itu alat tersebut juga mempunyai kesamaan dengan pengukur daya DC.

Penjelasan Fungsi Volmeter

Pada pengukuran daya arus listrik beban dan arus bolak balik satu phase, umunya cara menggunakanya dengan cara 4 titik terminal I/O pada Wattmeter yaitu terminal Iin, Iout, L1 dan L2. Perhitungan perlu dilakukan seperti yang tertera pada tabel yang tersedia di atas.

  1. Pengukuran Daya Arus Bolak – Balik Tiga Phase

Contoh :

Pada pengukuran beban 1 phase switch arus (I) pada posisi angka 5 selanjutnya switchtegangan (V) pada posisi 100 maka C = 5 (sesuai tabel di atas), selanjutnya apabila jarum menunjukan angka 30 maka pembacaan daya dirumuskan sebagai berikut :

  1. P = U.I.C
  2. P = 30 . 5 . 5
  3. P = 750 watt

Demikianlah pembahasan isi artikel kali ini mengenai seputar fungsi ohmmeter lengkap beserta pembahasan lainya, semoga bermanfaat dan Terima Kasih.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *