Contoh Algoritma Pemrograman Terlengkap Beserta penjelasanya

Algoritma Pemrograman Dasar

Bahasa pemrograman merupakan bahasa yang kini banyak dipelajari oleh banyak manusia. Hal ini terkait dengan seiringnya perkembangan zaman yang menjadikan teknologi menjadi hal yang terpenting terutama untuk menunjang kemajuan.

Bagi kalian? para pembaca, yang ingin memahami dan ingin mempelajari bahasa pemrograman, hal pertama yang harus kalian dipahami adalah algoritma pemrograman. Tujuan ini ntuk mengenal tahapan dasar apa itu algoritma pemrograman, dan bagaimana cara penggunaanya. Yuk simak pembahasan di bawah ini.

Algoritma Pemrograman

Contoh Algoritma Pemrograman

Di dalam dunia matematika dan komputer, algoritma merupakan sebuah urutan dalam menyelesaikan suatu masalah yang ditulis secara berurutan. Sehingga, algoritma pemrograman disebutnya dengan urutan yang dapat menyelesaikan masalah pada suatu pemrograman komputer.

Dalam dunia pemrograman, hal yang sangat penting untuk dipahami yakni logika kita dalam mengatasi masalah. Bagaimana? Cara untuk menyelesaiakn suatu masalah pada pemrograman yang akan dibuat.

Sebagai contohnya, banyak sekali permasalahan matematika yang mudah terselesaikan jika dituangkan dalam sebuah tulisan, namun akan cukup sulit jika kita terjemahkan ke dalam pemrograman. Karena dalam hal ini, sebuah peran algoritma dan logika pemrograman adalah hal yang sangat penting dalam menyelesaikan suatu permasalahan.

Untuk algoritma dalam matematika seperti di bawah ini contohnya:

Algoritma untuk menghitung nilai y dari sebuah persamaan y = 3x + 8

Algoritmanya adalah:

  • Mulai
  • Tentukan nilai x
  • Hitung nilai y = 3x + 8
  • Cetak nilai x dan y
  • Selesai

Meskipun algoritmanya dapat dibilang jantungnya ilmu komputer, namun kalian jangan beranggapan bahwa algoritma akan selalu identik dengan ilmu komputer saja. Dalam kehidupan sehari-hari, juga terdapat banyak proses yang dinyatakan dalam suatu algoritma. Contohnya saja cara memasak mie, cara membuat kue, dan masih banyak lagi.

Jika kita buat algoritma memasak mie, maka akan seperti pada di bawah ini:

  • Siapkan 1 bungkus mie instan
  • 400 ml air,
  • Gunakan alat panci, mangkok, sendok, dan garpu
  • Masukkan 400 ml air kedalam panci
  • Masak air
  • Tunggu sampai mendidih
  • Masukkan mie kedalam panci yang sudah berisi air mendidih
  • Tunggu dan aduk hingga 3 menit
  • Masukkan bumbu dan Aduk hingga rata
  • Sajikan mie

Secara garis besar penyajian algoritma dapat dibagi menjadi dua bentuk yakni tulisan dan gambar.

  1. Algoritma yang disajikan dengan tulisan yakni umunya dengan menggunakan struktur bahasa tertentu (contohnya seperti bahasa Indonesia atau bahasa Inggris) dan pseudocode.

Pseudocode merupakan sebuah kode yang mirip dengan kode pemrograman yang pada dasarnya mirip dengan Pascal, atau C, sehingga tepat bisa digunakan dalam menggambarkan suatu algoritma yang akan dihubungkan pada programmer.

  1. Algoritma yang disajikan dengan gambar yakni umunya dengan menggunakan flowchart.

Flowcart merupakan bagan (chart) yang menunjukkan alir (flow) pada suatu program atau yang merupakan prosedur pada suatu sistem secara logika. Flowcart umunya digunakan untuk alat bantu komunikasi dan untuk dokumentasi.

Pengertian Algoritma Pemrograman

Definisi dari algoritma adalah suatu urutan atau alur yang dipakai dalam perhitungan atau pemecahan masalah secara sistematis, dan dalam aktivitas pemrograman algoritma seringkali dianggap sebagai logika dalam penentuan program yang akan dibuat.

Maksudnya adalah cara berpikir bagaimana untuk memecahkan masalah tersebut, jika harus menggunakan rumus matematika maka dalam program juga harus menggunakan unsur perhitungan. Namun jika hanya menggunakan logika saja, maka dalam program juga harus mengandung unsur logika sederhana.

Penentuan algoritma dalam suatu pemrograman merupakan hal yang paling dasar, oleh sebab itu kita juga harus dapat memhami dan mengetahui tahap awalan dalam pembuatan program. Penyelesaian algoritma dapat dilakukan dengan cara dua bentuk yakni dalam tulisan dan gambar, namun semua itu tergantung dari metode tekniknya atau tahap yang digunakan oleh seorang programmer.

Fungsi Algoritma Pemrograman

Berikut adalah fungsi dan keuntungan yang didapat, jika kita menggunakan algoritma dalam pemrograman:

  1. Penggunaan fungsi dari algoritma dalam sebuah pemrograman, bisa menyelesaikan permasalahan bahkan yang rumit sekaligus dalam program yang kemungkinan dapat melibatkan perhitungan dalam tingkat tinggi.
  2. Dapat meminimalisir dengan adanya penerapkan algoritma dalam pemrograman.
  3. Dapat mempermudah dalam pembuatan suatu pemrograman. Karena dengan adanya algoritma maka logika yang digunakan bisa menjadi lebih disederhanakan. Pada penggunaan code juga bisa menjadi lebih sistematis jika menggunakan algoritmanya benar.
  4. Selain dapat memudahkan dalam sebuah program, untuk mengembangkannya pun juga bisa lebih mudah karena sebelumnya script dibuat secara urut dan sistematis.
  5. Dapat meminimalisir dalam pembuatan program secara berulang-ulang mulai dari awal. Karena pada sebuah program juga bisa menerapkan algoritma yang sama. Sehingga berbagai aktivitas pemrograman bisa jadi efektif serta efisien.
  6. Dalam pembuatan suatu program, tentunya akan menemukan beberapa kesalahan, hal ini memang wajar. Dan dengan adanya penerapan pada algoritma, maka dalam pencarian kesalahan pun bisa lebih mudah diperbaiki dengan cepat.
  7. Ketika kalian ingin melakukan modifikasi pada sebuah pemrograman. Kalia cukup perlu melakukan terhadap satu modul saja tanpa harus mengubah pada modul lainnya. Hal ini karena pada seuatu program tentunya sudah tersusun secara sistematis. Sehingga hal itu dapat memudahkan kalian jika ingin merubah-rubah.
  8. Selain itu algoritma dalam sebuah pemrograman juga dapat melakukan pendekatan pada top down dan divide and conquer. Hal ini juga termasuk hal yang penting dalam aktivitas proses pembuatan pemrograman.

Perbedaan Algoritma Dan Flowchart

Perbedaan Algoritma Dan Flowchart

Algoritma merupakan sebuah alur atau urutan secara sistematis tujuanya untuk menyelesaikan suatu masalah dan salah satu metode penyampaiannya melalui flowchart. Dalam hal ini mungkin cukuplah jelas dalam menjadi perbedaan yang paling mencolok terhadap algoritma dan flowchart.

Sedangkan flowchart merupakan sebuah penggambaran atau diagram yang mempunyai satu aliran atau lebih, namun dalam hal itu hanya berlaku secara sekuensial atau saling bisa berkesinambungan.

Selain itu juga umumnya terdapat simbol–simbol tertentu yang menjadi sebuah perwujudan dari setiap masing – masing alur, yang saling berhubungan dengan anak panah.

Mungkin dalam hal ini beda halnya dengan sebuah algoritma pada suatu flowchart yang memiliki fungsi sebagai desain program yang kita telah buat. Sehingga dalam dua hal ini tidak akan dapat terpisahkan. Desain dari flowchart inilah yang berasal dari pola pikir kita pada sebelumnya (algoritma).

Sejarah Algoritma

Kata algoritma berasal dari nama Abu Ja’far Mohammed Ibn Musa al-Khowarizmi, yakni ilmuwan yang berasal Persia yang menuliskan buku berjudul “Al Jabr W’Al-Muqabala” (Rules of Restoration and Reduction) yang publiskan di tahun 825 M.

Dalam sebuah algoritma, alur pemikiran untuk menyelesaikan suatu permasalahan ucapkan secara tertulis. Hal pertama yang sangat ditekankan yakni sebuah alur pemikiran, sehingga algoritma pada seseorang dapat berbeda dari algoritma orang lain.

Sedangkan penekanan yang kedua yakni tertulis, yang maksudnya pada alur tersebut bisa berupa kalimat, gambar, atau table-tabel tertentu.

Selain itu algoritma juga memiliki beberapa ciri penting, tujuanya agar dapat digunakan untuk menyelesaikan seuatu permasalahan, diantaranya seperti:

  • Algoritma harus dapat berhenti sesudah mengerjakan sejumlah langkah tertentu
  • Setiap langkah harus dapat didefinisikan dengan tepat dan tidak ambigu
  • Algoritma memiliki masukan yang berjumlah nol atau lebih.
  • Algoritma memiliki keluaran yang berjumlah nol atau lebih.
  • Algoritma harus efektif. Artinya dalam setiap langkah yang tertulis harus sederhana, sehingga nantinya dapat dikerjakan dengan waktu yang singkat serta masuk akal.

Bahasa Pemrograman

Tingkatan bahasa pemrograman dapat golongkan menjadi 3 jenis, diantaranya:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Bahasa dengan tingkat tinggi (High Level Language / HLL). Contohnya: Pascal, C, Java, PHP, ASP
  • Bahasa dengan tingkat menengah (Medium Level Language / MLL). Misalnya: Assembly
  • Bahasa dengan tingkat rendah (Low Level Language / LLL). Contoh: Machine Code

[/su_table]

Dari berbagai bahasa pemrograman, cara memberikan instruksinya berbeda-beda. Meskipun begitu, semuanya bertujuan untuk menghasilkan outpot yang sama. Program yang biasa ditulis dalam bahasa pemrograman umunya akan dikonversikan ke dalam bahasa mesin penerjemah.

Berikut adalah metode menerjemahkan bahasa pemrograman ke dalam bahasa mesin programming:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Interpreter, yang berati menerjemahkan baris per baris instruksi. Dalam bahasa basic biasanya menggunakan metode ini.
  • Compiler, yang berarti menerjemahkan setelah instruksi yang ditulis dengan bahasa Pascal, dan C yang merupakan beberapa contoh bahasa pemrograman.

[/su_table]

Selain itu dalam penulisan algoritma juga harus terdiri dari 3 bagian diantaranya sebagai berikut:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Judul algoritma; pada bagian ini terdiri dari nama algoritma, dan penjelasan (spesifikasi) mengenai-mengenai algoritma tersebut. Nama sebaiknya singkat dan dapat menggambarkan apa yang dilakukan oleh algoritma tersebut.
  • Deklarasi: yakni untuk mendefinisikan nama-nama yang digunakan di dalam program. Nama tersebut bisa berupa nama tetapan, tipe, prosedur, dan fungsi.
  • Deskripsi: yang berisi tentang uraian atau langkah-langkah dalam menyelesaikan masalah yang ditulis dengan menggunakan notasi.

[/su_table]

Algoritma Pemrograman Dasar

Algoritma Pemrograman

Berikut adalah algoritma pemrograman dasar yang wajib kalian kuasai terlebih dahulu. Berikut contoh-contohnya:

  1. Algoritma Narasi

Contoh: Algoritma Kelulusan_mhs

Persoalan: Diberikan data berupa nama dan nilai mahasiswa. Jika nilai pada mahasiswa lebih besar atau sama dengan 60. Maka, mahasiswa tersebut akan dinyatakan lulus. Namun, jika nilainya lebih kecil dari 60, maka mahasiswa tersebut akan dinyatakan tidak lulus.

Algoritmanya akan seperti berikut:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Baca nama dan nilai mahasiswa.
  • Jika nilai >= 60 maka
  • Keterangan = lulus
  • Tetapi jika
  • Keterangan = tidak lulus.
  • Tulis nama dan keterangan

[/su_table]

  1. Algoritma Pseudo Code

Contoh: Algoritma Kelulusan_mhs

Persoalan: Diberikan data berupa nama dan nilai mahasiswa. Jika nilai pada mahasiswa lebih besar atau sama dengan 60. Maka, mahasiswa tersebut akan dinyatakan lulus. Namun, jika nilainya lebih kecil dari 60. Maka, mahasiswa tersebut akan dinyatakan tidak lulus.

Deklarasi dari tipe datanya. Maka, akan seperti berikut:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Nama = string
  • Nilai = integer
  • Keterangan = string

[/su_table]

Algoritmanya akan seperti berikut:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Read (nama, nilai)
  • If nilai >= 60 then
  • Keterangan = ‘lulus’
  • Else
  • Keterangan = ‘tidak lulus’
  • Write(nama, keterangan)

[/su_table]

  1. Algoritma Flowchart

Berikut merupakan beberapa contoh dari algoritma flowchart. Fungsi flowchart dalam pemrograman yakni untuk memudahkan programmer ketika merancang pada sebuah program komputer. berikut contoh-contohnya:

  • Menentukan bilangan ganjil atau genap

Bilangan genap merupakan bilangan bulat yang tidak memiliki sisa jika dibagi dua. Sedangkan untuk bilangan ganjil merupakan bilangan bulat yang tidak akan habis, meskipun dibagi dua (masih ada sisa pembagian).

  • Algoritma tahun kabisat

Tahun kabisat merupakan tahun yang memiliki tambahan 1 hari, bertujuan ini agar kalender bisa menyesuaikan dengan keadaan astronomi. ketika tahun kabisat, bulan Februari memiliki 29 hari. Dan tahun tersebut yang bisa untuk dibagi dengan 4, yakni tahun kabisat.

  • Menghitung harga yang harus dibayar setelah mendapatkan diskon (potongan)

Contoh flowchart ini adalah flowchart dari algoritma kegunaanya untuk menentukan biaya yang harus dibayar oleh pembeli sesudah mendapat diskon 10%. Syarat untuk bisa mendapatkan diskon yakni jumlah dari total pembelian sebesar Rp.1.500.000,-.

  • Flowchart menghitung luas lingkaran

Algoritma flowchart di bawah ini merupakan contoh flowchart untuk menghitung luas dan lingkaran dengan rumus L = πr2:

Algoritma:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

Program dimulai

Tentukan nilai phi dan r

Hitung L = phi x r2

Cetak Hasil L

Program Selesai

[/su_table]

  • Flowchart menghitung luas segitiga

Berikut adalah contoh flowchart program untuk menghitung sebuah luas segitiga, yang diketahui bahwa nilai ALAS = 10 dan nilai TINGGI = 8. Pada flowchart ini, tujuanya untuk mendapatkan nilai awal dari ALAS dan TINGGI menggunakan kotak proses, karena nilai dari ALAS dan TINGGI telah ditentukan sebelumnya.


Contoh Flowchart Pemrograman


Algoritma Pemrograman c++

Algoritma Pemrograman c++

Berikut kita akan menggunakan pseudo code yang mendekati bahasa C++, atau dapat kita sebut dengan Pseudo Code C++ Lake.

yang notasinya adalah sebagai berikut :

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Cin <— a // nilai masukan pertama
  • Cin<— b // nilai masukan kedua
  • Hasil = a+ b // proses pertambahan
  • Cout –> hasil // nilai keluaran dari hasil

[/su_table]

Keterangan:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Cin = untuk menginputkan nilai
  • Hasil = menampung hasil nilai dari sebuah pertambahan antara nilai a dan b
  • Cout = menampilkan nilai yang di tampung dari hasil
  • // = notasi komentar (penjelasan baris program), pada notasi ini tidak di jalankan oleh sistem.

[/su_table]

Penerapan Algoritma

Setelah kita dapat memahami, dan pengertian algoritmanya, berikut adalah jenis jenisnya dan cara membuat algoritma sederhana dengan menggunakan kedua jenis algoritma diatas

Selanjutnya kita akan mengaplikasikan Algoritma tadi kedalam sebuah program dengan menggunakan bahasa C++

Kalai ini saya akan memilih bahasa C++ hal ini karena kemudahannya dalam mengaplikasikan pada algoritmanya dan juga cocok untuk kalian yang sedang belajar bahasa pemrograman dalam tingkat dasar.

Dalam penerapan ini kalian hanya cukup memahami bagaimana algoritma tadi di aplikasikan ke dalam bahasa pemrograman C++

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

#include iostream

using namescape std;

int main() {

int a, b, hasil;

cin >> a; // masukan nilai a

cin >> b; // masukan nilai b

hasil = a + b // proses pertambahan antara a dan b

cout << hasil; //cetak nilai dari hasil

return 0;

[/su_table]

Jika kita mengaplikasikan pada algoritma sebelum membuat suatu program. Tentunya hal teersebut akan dapat memudahkan kita untuk menerapkannya pada program yang akan kita buat. Sehingga program yang akan kita buat akan jadi lebih terstruktur, efisien dan bisa menghemat memory .

Algoritma Pemrograman Bahasa c

Algoritma Pemrograman Bahasa c

Algoritma Pemrograman merupakan sebuah kumpulan-kumpulan pernyataan yang dibuat dengan tujuan untuk menyelesaikan masalah secara sistematis. Sehingga pada sebuah algoritma tersebut di implementasikan melalui bahasa pemograman.

  1. Bahasa pemograman digunakan untuk menjalankan sebuah sistem pada sebuah computer maupun alat elektronik lainya.
  2. Terdapat tiga generasi dalam bahasa pemograman:
  • Pertama Bahasa dengan tingkat rendah yang biasa digunakan assembler atau bahasa mesin
  • Kedua Bahasa dengan tinggkat menengah yang biasa digunakan bahasa C
  • Ketiga bahasa dengan tingkat tinggi yang biasa digunakan JAVA, Basic, Delphi, dll.

Kali ini saya akan Membahas Pemrograman C, dapat juga menggunakan Software Borland c++.

Pengenalan Struktur Program C

Struktur program,Variabel, dan Tipe Data

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

<preprocessor directive>

void main(){

<statement>;

<statement>;

}

/*program C/C++

pertama saya */              >Komentar

#include <stdio.h>

#include <conio.h>         >Preprocessor

 

main() {                                                >Pembuka Blok

//menampilkan tulisan

printf (“Programku”);                     >Statement

printf (“\nDan harus bilang WAW”);

getch();

}                                              >Penutup Blok

[/su_table]

Preprocessor

  • # include
  • # define

# include

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

  • Digunakan untuk menambah atau memanggil file header pada file unit yang telah dibuat pada yang sebelumnya.
  • File header berisikan tentang perintah atau fungsi yang sudah didefinisikan.

[/su_table]

Contoh penulisan:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

# include “stdio.h”

# include “File1.h”

atau

# include <stdio.h>

# include <File1.h>

[/su_table]

# define

  • Digunakan untuk mendefinisikan pada identifier atau pengenal untuk menggantikan beberapa pernyataan yang ada pada header file.

Contoh penulisan:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

# define RI “Republik Indonesia”

# define PBG “Purbalingga”

# define pi 3.14

[/su_table]

Tipe Data

  • Integer
  • Float
  • Character

Integer

>  Bilangan bulat

  • Contoh: -5, 0, 10, 45

Float

  • >  Bilangan real
  • Contoh: 2.5, 8.1, -7.2

Character

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

>  Karakter

◦      Karakter dengan tanda ‘ (petik tunggal) untuk karakter tunggal. Contohnya: ‘A’, ‘a’, ‘4’

◦      Karakter dengan tanda “ (petik ganda) untuk rangkaian karakter (string). Contohnya: “Semarang 2013”

[/su_table]

Variabel

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

>  Suatu pengenal pada identifier yang digunakan untuk mewakili pada suatu nilai-nalai tertentu di dalam proses program.

>  Nilainya dapat berubah-ubah

>  Variabel kebalikan dari KONSTANTA.

[/su_table]

Aturan Penulisan Variabe:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

>  Variabel diawali dengan huruf (A..Z, a..z) atau karakter garis bawah (_).

>  Dapat berupa huruf, angka (0..9), karakter garis bawah, atau tanda dolar ($).

>  Panjang variabel boleh lebih dari 32 karakter (namun hanya 32 karakter pertama yang dianggap).

>  Tidak ada spasi

>  Case sensitive, huruf besar dan kecil dibedakan

>  Variabel tidak boleh menggunakan nama yang tergolong sebagai kata kunci atau (key word) yang sudah ada di C++

[/su_table]

Misal: and, struct, xor, dll

Keyword merupakan sebuah identifier yang biasa ditulis dalam huruf kecil yang sudah didefinisikan oleh bahasa C. Menurut standar ANSI, terdapat 32 keyword dalam bahasa C.

Deklarasi Variabel:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

>  Bentuk:

<tipe data> <nama>

nilai dalam tanda [ ] bersifat optional.

contoh:

int angka1;

float nomor2;

char burung3;

[/su_table] 

CONTOH PROGRAM:

[su_table responsive=”yes” fixed=”yes”]

#include <stdio.h>

#include <conio.h>

main() {

int a = 7;

char b = ‘D’;

printf (“%c”,b);

printf (“\nMerupakan abjad yang ke- %d”,a); getch();

}

[/su_table]

Demikian pengenalan kita terhadap program C.

Algoritma Pemrograman 1

Algoritma Pemrograman 1

Algoritma pemrograman flowchart

Algoritma Luas_Keliling_Lingkaran (ini merupakan judul algoritma)

{ Menghitung luas dan keliling untuk ukuran jari-jari yang tertentu. Algoritma menerima masukkan jari-jari lingkaran, menghitung luas dan kelilingnya, serta mencetak luas lingkaran ke piranti outpot pengeluaran }

(ini spesifikasi algoritma)

1. Deklarasi

  • const phi = 3.14 {nilai konstanta phi}
  • R          : real {jari-jari lingkaran}
  • Luas     : real {luas lingkaran}
  • Keliling : real {keliling lingkaran}

2. Deskripsi

  • Read (R)
  • Luas     = phi * R * R
  • Keliling       = 2 * phi * R
  • Write (luas, keliling)

 

Nah, itu dia pembahasan mengenai algoritma pemrograman dasar yang lengkap beserta contohnya, semoga pembahasan kali ini dapat memberikan pencerahan untuk anda. Terima Kasih!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *